Penelitian ilmiah
adalah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung, berakumulasi dan
melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena
[1].
Penelitian ilmiah sering diasosiasikan dengan metode ilmiah
sebagai tata cara sistimatis yang digunakan untuk melakukan penelitian.
Penelitian ilmiah juga menjadi salah satu cara untuk
menjelaskan gejala-gejala alam. Adanya penelitian ilmiah membuat ilmu berkembang, karena
hipotesis-hipotesis yang dihasilkan oleh penelitian ilmiah seringkali mengalami
retroduksi.
A. Tahapan Pembuatan Karya Ilmiah
Dalam menyusun karya ilmiah ada berbagai tahapan yang
diperlukan antaralain adalah sebagai berikut :
1.
Tahap Persiapan
Pada tahap
persiapan, penulis suatu karya ilmiah harus mempersiapkan topik. Hal ini berarti
penulis harus menentukan apa yang dibahas dalam tulisan. Kadang-kadang topik
ditentukan oleh dosen, tetapi kadang pemilihan topik ditentukan oleh mahasiswa
itu sendiri secara bebas. Topik dapat dipilih misalnya mengenai persoalan
kemasyarakatan, pertanian, manajemen, sumber daya manusia, hukum, dan
sebagainya. Tahap persiapan atau prapenulisan adalah ketika penulis menyiapkan
diri, mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan fokus, mengolah informasi,
menarik tafsiran terhadap realitas yang dihadapinya, berdiskusi, membaca, mengamati,
dan lain-lain yang memperkaya masukan kognitif yang akan diproses selanjutnya.
Dalam tahap
persiapan dilakukan:
a.
Pemilihan masalah atau topik dan mempertimbangkan
·
Topik yang akan di pilih harus yang ada di sekitar penulis.
·
Topik yang di pakai harus topik yang paling menarik
dari topik yangada.
·
Pembahasan harus terpusat pada segi lingkup sempit dan
terbatas.
·
Memilki data dan fakta yang obyektif dan mencukupi.
·
Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya meskipun
sedikit.
·
Harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan
yang bisa dijadikan referensi.
b.
Pembatasan topik atau penentuan judul
·
Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan
karya ilmiah dilakukan.
·
Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisn karya
ilmiah atau setelah selesai penulisan karya ilimiah tersebut.
·
Penentuan judul karya ilmiah harus dapat menjawab dari
pertanyaan yang mengandungunsure 4W + 1H yakni what (apa), why (kenapa), who
(siapa), where (dimana) dan how (bagaimana).
·
Pembuatan kerangka karangan (outline)
·
Membimbing untuk memulai menyusun kerangka karangan.
·
Membuat pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak
menjadi tumpang tindih dalam penulisannya.
·
Pembuatanrencana daftar isi dari karya ilmiah. 2.
2.
Tahap Pengumpulan Data
Tahap
pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan peristiwa, mencari informasi
melalui wawancara informan, mencari informasi melalui pencatatan dokumen dalam
kartu data, melakukan eksperimen di laboratorium, melakukan rekaman audio, dan
catatan lapangan yang lengkap yang diperlukan dalam tahap-tahap penelitian.
Pada tahap pengumpulan data hal yang di lakukan antara lain sebagai berikut :
a.
Pencarian berbagai keterangan dari bahan bacaan atau referensi
tentang karya tulis yang kita buat.
b.
Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui
masalah yang akan dijadikan tema dalam karya ilmiah.
c.
Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan
diteliti dan dijadikan tema dari karya ilmiah.
d.
Melakukan percobaan di labolatorium atau pengujian
data di lapangan.
3.
Tahap Pengorganisasian atau Pengonsepan
Setelah kita
mengumpulkan berbagai data yang kita peroleh, maka tahap selanjutnya tahap
pengonsepan data. Pada tahap pengonsepan ini adalah kita melakukan penyeleksian
data yang kita peroleh dari berbagai refensi dan sumber media yang membantu
proses dalam karya ilmiah kita dan kemudian kita mengelompokan bahan dari
berbagai referensi.
Pengelompokan
bahan untuk mengorganisasikan bagian mana yang akan temasuk dalam karya ilmiah,
data yang telah terkumpul diseleksi kembali dan dikelompokan sesuai jenis,
sifat dan bentuk data.
Pengkonsepan
karya ilmiah dilakuakn sesuai dengan urutan dalam kerangka karangan yang telah
ditetapkan.
4.
Tahap Penyuntingan Konsep
Sebelum
mengetik konsep, penelitian harus memeriksa data yang sudah dianalisis
tersebut. Hal-hal yang tidak koheren atau penjelasan yang berulang-ulang dapat
diedit. Pada tahap ini bertujuan untuk Melengkapi data yang dirasa masih
kurang. Membuang dan mengedit data yang dirasa tidak relevan serta tidak cocok
dengan pokok bahasan karya ilmiah.
Mengedit
setiap kata-kata dalam karya ilmiah untuk menghindari penyajian
bahan- bahan secara berulang-ulang atau terjadi tumpang tindih antara
tulisan satu dengan tulisan yang lain. Mengedit setiap bahasa yang ada dalam
karya ilmiah untuk menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif,
contoh dalam penyusunan dan pemilihan kata, penyesuaian kalimat,
penyesuaian paragraph, maupun penerapan kaidah ejaan sesuai EYD.
5.
Tahap Penyajian
Dalam tahap
penyajian, peneliti siap menyusun karya ilmiah tersebut untuk dibaca orang
lain. Maka, penataan segi teknis dan materi harus diperhatikan dengan cermat
oleh peneliti karya ilmiah. Teknik penyajian karya ilmiah harus dengan
memperhatikan :
a.
Segi kerapian dan kebersihan karya ilmiah itu.
b.
Tata letak (layout) unsure-unsur dalam format karya
ilmiah, misal pada halaman pembuka, halaman judul, daftar isi, daftar
table, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka, dll.
Sumber :
http://www.academia.edu/9501809/Tahapan_Pembuatan_Karya_Ilmiah
http://kasihfalentina.blogspot.co.id/2015/05/proses-penyusunan-karya-tulis-ilmiah.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar