Selasa, 17 Desember 2013

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Pandangan hidup adalah nilai-nilai yang di anut oleh suatu masyarakat yang di pilih secara selektif oleh para individu dan golongan dalam masyarakat. Setiap manusia memiliki keinginan baik maupun buruk. Manusia adalah bagian dari pandangan hidup. Dalam kehidupan tidak ada seorang pun manusia yang tidak memiliki pandangan hidup. Apapun yang di katakan manusia adalah sebuah pandangan hidup karena dapat dipengaruhi oleh pola pikir tertentu pada setiap individu. Pandangan hidup bersifat elastis, tergantung kepada situasi dan kondisi dan dapat dipengaruhi oleh lingkungan hidup dimana manusia tersebut berada.

Sumber pandangan hidup berasal dari agama, ideologi maupun hasil perenungan seseorang yang bersifat relatif. Setiap individu memiliki pandangan hidup dan cita-citanya sendiri dan selalu bermimpi untuk mencapai apa yang dia inginkan sesuai dengan cita-citanya.Tidak sedikit manusia yang mimpinya menjadi kenyataan. Bermula dari mimpi akan menjadikan kita semangat untuk mengejar mimpi tersebut.

Unsur-unsur pandangan hidup
     Cita-cita
     Kebajikan
     Usaha
     Keyakinan / kepercayaan

Pada dasarnya meskipun pandangan hidup manusia berbeda-beda namun kita di tuntut untuk dapat membawa kebaikan dalam berpandangan tentang hidup. Selalu berfikir positif adalah hal yang akan membawa kita ini hidup penuh dengan kebaikan dan akan membawa kita kepada pribadi yang tangguh, pribadi yang dapat menyesuaikan diri dimanapun kita berada, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang ada di lingkungan tempat kita tinggal.

MANUSIA DAN KEADILAN

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil". Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.

Keadilan juga terkait dengan pancasila ke 2, “kemanusiaan yang adil dan beradab” dimana semua manusia dituntut untuk bersikap adil, atau dapat menempatkan diri sesuai tempatnya dan memiliki adab beradab yang baik terhadap setiap manusia.

Keadilan juga terkait dengan kejujuran seseorang. Jujur, atau berkata sesuai kenyataan dapat memenuhi kewajiban dan menenangkan hati. Karena biasanya orang orang yang tidak jujur , tidak dapat bersikap adil dengan dirinya sendiri, dan merasa ada beban di hati.Ada pun orang orang yang tidak jujur, atau bisa dibilang sering melakukan kecurangan dalam melakukaaan sesuatu. Biasanya orang orang yang melakukan kecurangan ingin mendapatkan segalanya secara instan.  Tetapi menurut saya pribadi segala yang instan tidak akan bertahan lama.