Jumat, 20 Mei 2016

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA



BAB II
LANDASAN TEORI

2.1         Pengertian Lingkungan Kerja
Menurut Nitisemito (2008:190) lingkungan kerja adalah lingkungan disekitar pekerjaan yang berdampak pada karyawan dalam menjalankan tugas – tugasnya. Sedangkan menurut Abdurahmat Fathori (2006:4) lingkungan adalah keadaan luar yang mempengaruhi organisasi baik lingkungan kerja yang bersifat internal maupun lingkungan yang bersifat eksternal.
Dari pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan tempat bekerja bagi karyawan setiap harinya. Lingkungan kerja yang menyenangkan, aman, dan nyaman adalah impian semua karyawan. Hal ini dikarenakan agar karyawan dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan lancar sehingga menghasilkan pekerjaan yang baik, ada 2 fakor lingkungan kerja yaitu :
1.  Lingkungan kerja eksternal
2.  Lingkungan kerja internal

2.1.1   Lingkungan Kerja Eksternal
Lingkungan eksternal adalah lingkungan yang meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang berupa tekanan umum dan tren dalam lingkungan kerja. Variabel lingkungan eksternal ini terbagi menjadi dua yaitu ancaman dan peluang.
Menurut Wibowo (2007:70) lingkungan eksernal adalah komponen-komponen yang ada di luar organisasi atau perusahaan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan dari lingkungan eksternal yaitu:


1.    Sektor Sosial Ekonomi
Setiap segi sosial ekonomi dapat membantu atau menghambat upaya mencapai tujuan perusahaan dan menyebabkan keberhasilan ataupun kegagalan strategi.
Adapun Faktor-faktor sosial ekonomi, yaitu:
a.    Masalah keluarga
b.    Masalah kesehatan
c.    Masalah finansial
d.   Perubahan-perubahan di sekitar tempat tinggal atau tekanan social
e.    Kesempatan untuk pengembangan karier
f.     Masalah-masalah pribadi lainnya, dan lain-lain.
2.    Sektor Teknologi
Disamping sektor sosial ekonomi, perubahan teknologi dapat memberi peluang besar untuk menigkatkan hasil, tujuan, atau mengancam kedudukan perusahaan karena akan berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung terhadap karyawan. 
 
3.    Sektor Pemerintah
Falsafah pemerintah dalam hubungannya dengan perusahaan dapat berubah sewaktu-waktu. Sektor ini merupakan aspek penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Tindakan pemerintah dapat memperbesar  peluang atau hambatan usaha dan adakalanya keduanya bersamaan. Selain mendorong dan membantu, pemerintah juga menciptakan ancaman, ini berarti mempengaruhi kelangsungan hidup dan keuntungan perusahaan. Dengan adanya peraturan pemerintah, maka akan berdampak pada perusahaan dan akan berimbas pada kinerja.

4.    Pesaing
Pesaing merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Kondisi persaingan yang begitu ketat akan mempengaruhi keadaan suatu perusahaan, dengan demikian kinerja karyawan sangatlah penting dan dituntut untuk memberikan hasil kerja yang lebih baik sehingga perusahaan dapat menghadapi kondisi yang seperti ini.

2.1.2   Lingkungan Kerja Internal
Menurut Sedarmayati (2009:31) lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Sedangkan lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi berkaitan dengan hubungan  rekan kerja, ataupun hubungan dengan atasan.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar karyawan yang dapat mempengaruhi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan. Namun secara umum pengertian lingkungan kerja adalah merupakan lingkungan dimana para karyawan tersebut melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Lingkungan Kerja terbagi menjadi dua aspek yaitu :

A.  Lingkungan Kerja Fisik
Lingkungan kerja fisik adalah lingkungan yang berhubungan dengan segala sarana dan prasarana yang mendukung dalam pelaksaan tugas karyawan.
B.  Lingkungan Kerja Non Fisik
Lingkungan kerja non fisik adalah lingkungan yang berhubungan dengan kondisi kerja antara bawahan dan atasan, serta hubungan sesama karyawan. Komunikasi yang baik sangat dibutuhkan dalam sebuah organisasi, misalnya hubungan dengan sesama karyawan dan dengan pimpinannya. Dengan adanya suasana kerja dan komunikasi yang harmonis, maka karyawan akan merasa betah di tempat kerja sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat terlaksanan dengan baik dan optimal.
Kedua jenis lingkungan kerja diatas harus selalu diperhatikan oleh organisasi. Keduanya tidak bisa dipisahkan begitu saja, terkadang organisasi hanya mengutamakan salah satu jenis lingkungan kerja diatas, tetapi akan lebih baik lagi bila keduanya diperhatikan secara maksimal. Dengan begitu semangat kerja karyawan bisa lebih meningkat dan karyawan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

2.1.3    Pengertian Semangat Kerja
     Menurut Melayu SP. Hasibuan (2010:76) mengemukakan bahwa semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaanya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai produktifitas yang maksimal. Semangat kerja akan merangsang seseorang untuk berkarya dan berkreativitas dalam pekerjaan. Semangat kerja merupakan sikap individu untuk melakukan pekerjaan dengan giat, bekerja sama, berdisiplin, bertanggung jawab sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan dengan lebih cepat dan lebih baik, maka dapat dikatakan bahwa semangat kerja sangat berkaitan dengan suasana atau keadaan dimana sikap dan perasaan dari seseorang atau kelompok orang yang merasa terikat untuk melakukan pekejaannya.
Selain itu, menurut Alex S. Nitisemito (2010:68) menyebutkan bahwa terdapat beberapa faktor yang harus diketahui oleh perusahaan sebagai indikasi penurunan semangat kerja, yaitu :

a.       Turunnya/rendahnya produktivitas
Salah satu indikasi turunnya semangat kerja adalah turunnya produktivitas. Turunya produktivitas merupakan turunnya semangat kerja.
b.      Tingkat absensi yang naik/tinggi
Tingkat absensi yang tinggi juga merupakan salah satu indikasi turunya semangat kerja karyawan. Pada umumnya bila semangat kerja turun, mereka akan malas untuk datang setiap hari kerja.
c.       Labor turnover (tingkat perpindahan buruh)
Bila dalam suatu perusahaan tingkat keluar-masuk karyawan naik dari tingkat sebelumnya, hal ini merupakan indikasi turunnya semangat kerja.
d.      Kegelisahan dimana-mana
Kegelisahan akan terjadi bila semangat kerja turun, kegelisahan dapat terwujud dalam bentuk ketidaksenangan bekerja, keluh kesah, serta hal-hal lain.

Berikut adalah unsur-unsur yang mempengaruhi semangat kerja :
Menurut Dressler (2007:167) Semangat kerja dapat diukur melalui presensi pegawai di tempat kerja, disiplin kerja, tanggung jawabnya terhadap pekerjaan, serta tingkat produktivitas kerja.


SUMBER :
Abdurrahmat Fathoni. 2006, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bandung: PT. Rineka Cipta.
Alex. S, Nitisemito. 2008, Manajemen Personalia. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Hasibuan, Melayu S.P. 2010, Organisasi dan Motivasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Sedarmayanti. 2009, Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandar Maju
Simamora Henry. 2014, Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN.
Widodo. 2010, Pengaruh Lingkungan Kerja, Budaya Organisasi, Kepemimpinan Terhadap Kinerja, Vol.3. Jurnal Among Markati