BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan teknologi komunikasi
dan informasi semakin mengalami kemajuan yang pesat. Seiring dengan kemajuan
dan perkembangan
tersebut perangkat komunikasi
bukan lagi menjadi kebutuhan
sekunder tetapi sudah menjadi kebutuhan primer.
Seiring berkembangnya zaman,ponsel tidak hanya
digunakan untuk berkomunikasi via telepon atau
SMS, namun konsumen menginginkan lebih sehingga fitur ponsel pun semakin beragam.
Sejak internet mulai booming diIndonesia, internet menjadi fitur yang wajib ada
dan berubahmenjadi
fungsi dalam ponsel itu sendiri
selain digunakan untuk
telepon dan SMS.
Maka tak heran bila ponsel dengan harga paling murah
wajib memenuhi tiga syarat yaitu dapat digunakan untuk
telepon, SMS, dan internet. Kebutuhan dan keinginan konsumen
yang semakin kompleks, menuntut semua fitur dan fungsi serba
canggih dapat terintegrasi dalam satu gadget,muncullah produk smartphone untuk
menjawab kebutuhan tersebut
karena ponsel saja dinilai kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan
konsumen yang semakin beragam.
1.2 Rumusan
Masalah
Seberapa besar minat konsumen dalam menentukan pembelian Smartphone?
1.3 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahuin seberapa
besar minat konsumen dalam menentukan pembelian Smartphone
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian
ini diharapkan agar peneliti dapat mengetahui lebih mendalam mengenai faktor –faktor
yang berpengaruh terhadap
minat beli konsumen terutama bagi produk smartphone untuk diterapkan kedepan.
BAB II
Pembahasan
2.1 Perilaku
Konsumen
Menurut
Mowen (1995), perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan
yang terlibat secara langsung dalam memperoleh,
mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa,
termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan –tindakan
tersebut. Sedangkan American Marketing Association dalam Peter
dan Olson (1999) mendefinisikan perilaku konsumen
sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran,perilaku, dan lingkungan dimana
manusia melakukan pertukaran
dalam hidup mereka. Menurut Peter dan Olson (1999) sifat dari
perilaku konsumen yaitu:
1. Perilaku
konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir,merasakan, dan aksi dari
setiap individu konsumen,kelompok konsumen, dan masyarakat luas selalu berubah
secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan
pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang
sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan
tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain.Karena itu suatu
perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi
secara berkala untuk meraihkonsumennya.
2. Perilaku
konsumen melibatkan interaksi antara pemikiran,perasaan, dan tindakan manusia,
serta lingkungan.Semakin
dalam suatu perusahaan memahami bagaimana
interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik
perusahaan tersebut dalam memuaskan
kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan nilai bagi
konsumen.
3. Perilaku
konsumen melibatkan pertukaran antara manusia.Dalam kata lain seseorang
memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima
sesuatu sebagai gantinya. Menurut Kotler
(2005) perilaku
konsumen itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa
faktor antara lain
:
a.
Faktor
Sosial
a. Kelompok
Acuan
Kelompok acuan terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh
langsung maupun tidak langsung terhadap sikap maupun perilaku
seseorang. Kelompok yang memiliki pengaruh langsung terhadap
seseorang dinamakan membership group atau kelompok keanggotaan.
Membership group ini terdiri dari dua yaitu primary groups
(keluarga, teman, tetangga dan rekan kerja) dan secondary groups yang
lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok
keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang).
b. Pengaruh Keluarga
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian.
Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling
penting dalam masyarakat dan para anggota keluarga menjadi
kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. Para pelaku pasar
telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri dan anak dalam
pembelian produk dan jasa yang berbeda.
c. Peran dan
Status
Seseorang berpartisipasi dalam banyak kelompok sepanjang hidupnya
seperti keluarga, klub dan organisasi. Kedudukan seseorang
itu dapat ditentukan berdasarkan peran dan statusnya.Dengan kata lain tiap
peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan
oleh masyarakat.
Sehingga seseorang memilih produk yang dapat mengkomunikasikan peran dan status
mereka di masyarakat.
b.
Faktor
Personal
a. Situasi
Ekonomi
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk yang akan
digunakan, seperti jam tangan rolex diposisikan untuk para
konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk para
konsumen kelas menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat
mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu
produk tertentu
b. Gaya Hidup
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas,ketertarikan,
dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari
kebudayaan, kelas sosial dan pekerjaan yang sama mungkin saja
mempunyai gaya hidup yang berbeda
c. Kepribadian
dan konsep diri
Kepribadian adalah
karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada
kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu
sendiri, contohnya : orang yang percaya diri, dominan,suka bersosialisasi,
otonomi, defensif, mudah beradaptasi dan agresif.
Tiap individu memiliki gambaran diri yang kompleks dan perilaku
seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut.
d. Usia dan
siklus hidup
Orang-orang mengubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus
kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, peralatan rumah tangga dan
rekreasi seringkali berhubungan dengan umur.Keputusan pembelian juga dibentuk
oleh siklus hidupkeluarga. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering
diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan
karena adanya perbedaan yang besar dalam umur antara
orang-orang yang menentukan strategi pemasaran dan
orang-orang yang membeli produk atau jasa.
e. Pekerjaan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli.Contohnya,
pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari
catering yang datang ke tempat kerja. Para eksekutif membeli makan siang
dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya
dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji
terdekat.
c. Faktor
Psikologis
a. Motivasi
Seseorang memiliki banyak kebutuhan pada waktu tertentu.Kebutuhan
akan menjadi motif apabila didorong hingga mencapai
level intensitas yang memadai (Kotler,2005).Teori motivasi
menurut Abraham Maslow bahwa kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki,
dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal,
keamanan, sosial,harga diri dan pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling
mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti
menjadi motivator dan orang tersebut akan kemudian mencoba
untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya.
b. Persepsi
Persepsi menurut Kotler (2005) adalah proses yang digunakan individu
untuk memilih, mengorganisasi dan mengartikan masukan informasi guna
menciptakan suatu gambaran yang berarti dari lingkungan
sekitarnya.
c. Pembelajaran
Pembelajaran adalah perubahan perilaku seseorang yang timbul
dari pengalaman, pembelajaran dihasilkan melalui perpaduan kerja antara
pendorong, rangsangan, isyarat bertindak, tanggapan, dan penguatan
(Kotler,2005).
d. Keyakinan
dan Sikap
Menurut Kotler (2005), keyakinan adalah
gambaran pemikiran yang dianut seseorang mempercayai sesuatu. Keyakinan merek
ada didalam memori konsumen. Sedangkan sikap adalah
evaluasi,perasaan emosi, dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan dan
tidak menguntungkan dan bertahan lama
pada seseorang terhadap objek atau gagasan tertentu.
d.
Faktor
Budaya
a. Budaya
Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling dasar. Nilai
–nilai yang didapat dan dianut sejak kecil dapat mendasari seseorang dalam
berperilaku. (Kotler,2005)
b.Sub-budaya
Sekelompok
orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan dan
pengalaman hidup serta keadaan, seperti kebangsaan,
agama,ras dan daerah (Kotler dan Amstrong,
2004).
c.
Kelas Sosial
Pembagian masyarakat yang
relatif homogen dan permanen, yang tersusun
secara hirarki dan para anggotanya menganut nilai, minat,dan perilaku yang
serupa. Kelas sosial tidak hanya mencerminkan
penghasilan, namun juga indikator lain seperti pekerjaan,
pendidikan dan wilayah tempat tinggal. Beberapa ciri yang
diidentifikasi mengenai kelas sosial yaitu orang –orang didalam kelas sosial cenderung
berperilaku sama, merasa dirinya inferior atau superior di kelas mereka,
terdiri dari berbagai macam variabel
seperti pekerjaa, penghasilan, pendidikan (Kotler 2005).
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
Jadi, dapat disimpulkan diatas
adalah Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir,merasakan, dan
aksi dari setiap individu konsumen,kelompok konsumen, dan masyarakat luas
selalu berubah
secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan
pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang
sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan
tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain.
Daftar pustaka :
https://who21.wordpress.com/2014/11/16/proses-pengambilan-keputusan-oleh-konsumen/