Senin, 23 November 2015

Analisis Perilaku konsumen Dalam Menentukan Pembelian Smartphone



BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi semakin mengalami kemajuan yang pesat. Seiring dengan kemajuan dan perkembangan tersebut perangkat komunikasi bukan lagi menjadi kebutuhan sekunder tetapi sudah menjadi kebutuhan primer.
Seiring berkembangnya zaman,ponsel tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi via telepon atau SMS, namun konsumen menginginkan lebih sehingga fitur ponsel pun semakin beragam. Sejak internet mulai booming diIndonesia, internet menjadi fitur yang wajib ada dan berubahmenjadi fungsi dalam ponsel itu sendiri selain digunakan untuk telepon dan SMS.
Maka tak heran bila ponsel dengan harga paling murah wajib memenuhi tiga syarat yaitu dapat  digunakan untuk telepon, SMS, dan internet. Kebutuhan dan keinginan konsumen yang semakin kompleks, menuntut  semua fitur dan fungsi serba canggih dapat terintegrasi dalam satu gadget,muncullah produk smartphone untuk menjawab kebutuhan tersebut karena ponsel saja dinilai kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam.

1.2     Rumusan Masalah
Seberapa besar minat konsumen dalam menentukan pembelian Smartphone?

1.3     Tujuan Penelitian
 Untuk mengetahuin seberapa besar minat konsumen dalam menentukan pembelian  Smartphone

1.4     Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan agar peneliti dapat mengetahui lebih mendalam mengenai faktor –faktor yang berpengaruh terhadap minat beli konsumen terutama bagi produk smartphone untuk diterapkan kedepan.

BAB II
Pembahasan
2.1       Perilaku Konsumen
Menurut Mowen (1995), perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan –tindakan tersebut. Sedangkan American Marketing Association dalam Peter dan Olson (1999) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran,perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran dalam hidup mereka. Menurut Peter dan Olson (1999) sifat dari perilaku konsumen yaitu:
1.      Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir,merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen,kelompok konsumen, dan masyarakat luas selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain.Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraihkonsumennya.

2.      Perilaku konsumen melibatkan interaksi antara pemikiran,perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan.Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan nilai bagi konsumen.

3.      Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia.Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya. Menurut Kotler (2005) perilaku konsumen itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
a.     Faktor Sosial
a.     Kelompok Acuan
Kelompok acuan terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap sikap maupun perilaku seseorang. Kelompok yang memiliki pengaruh langsung terhadap seseorang dinamakan membership group atau kelompok keanggotaan. Membership group ini terdiri dari dua yaitu primary groups (keluarga, teman, tetangga dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang).
b.     Pengaruh Keluarga
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan para anggota keluarga menjadi kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri dan anak dalam pembelian produk dan jasa yang berbeda.
c.      Peran dan Status
Seseorang berpartisipasi dalam banyak kelompok sepanjang hidupnya seperti keluarga, klub dan organisasi. Kedudukan seseorang itu dapat ditentukan berdasarkan peran dan statusnya.Dengan kata lain tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat. Sehingga seseorang memilih produk yang dapat mengkomunikasikan peran dan status mereka di masyarakat.

b.     Faktor Personal
a.     Situasi Ekonomi
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk yang akan digunakan, seperti jam tangan rolex diposisikan untuk para konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk para konsumen kelas menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu
b.     Gaya Hidup
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas,ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda
c.      Kepribadian dan konsep diri
Kepribadian adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya : orang yang percaya diri, dominan,suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi dan agresif. Tiap individu memiliki gambaran diri yang kompleks dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut.
d.     Usia dan siklus hidup
Orang-orang mengubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, peralatan rumah tangga dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur.Keputusan pembelian juga dibentuk oleh siklus hidupkeluarga. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan karena adanya perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi pemasaran dan orang-orang yang membeli produk atau jasa.
e.      Pekerjaan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli.Contohnya, pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Para eksekutif membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat.

c.      Faktor Psikologis
a.     Motivasi
Seseorang memiliki banyak kebutuhan pada waktu tertentu.Kebutuhan akan menjadi motif apabila didorong hingga mencapai level intensitas yang memadai (Kotler,2005).Teori motivasi menurut Abraham Maslow bahwa kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial,harga diri dan pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya.
b.     Persepsi
Persepsi menurut Kotler (2005) adalah proses yang digunakan individu untuk memilih, mengorganisasi dan mengartikan masukan informasi guna menciptakan suatu gambaran yang berarti dari lingkungan sekitarnya.
c.      Pembelajaran
Pembelajaran adalah perubahan perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman, pembelajaran dihasilkan melalui perpaduan kerja antara pendorong, rangsangan, isyarat bertindak, tanggapan, dan penguatan (Kotler,2005).
d.     Keyakinan dan Sikap
Menurut Kotler (2005), keyakinan adalah gambaran pemikiran yang dianut seseorang mempercayai sesuatu. Keyakinan merek ada didalam memori konsumen. Sedangkan sikap adalah evaluasi,perasaan emosi, dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan dan tidak menguntungkan  dan bertahan lama pada seseorang terhadap objek atau gagasan tertentu.

d.     Faktor Budaya
a.     Budaya
Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling dasar. Nilai –nilai yang didapat dan dianut sejak kecil dapat mendasari seseorang dalam berperilaku. (Kotler,2005)
b.Sub-budaya
            Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan dan pengalaman hidup serta keadaan, seperti kebangsaan, agama,ras dan daerah (Kotler dan Amstrong, 2004).
c.      Kelas Sosial
          Pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen, yang tersusun secara hirarki dan para anggotanya menganut nilai, minat,dan perilaku yang serupa. Kelas sosial tidak hanya mencerminkan penghasilan, namun juga indikator lain seperti pekerjaan, pendidikan dan wilayah tempat tinggal. Beberapa ciri yang diidentifikasi mengenai kelas sosial yaitu orang –orang didalam kelas sosial cenderung berperilaku sama, merasa dirinya inferior atau superior di kelas mereka, terdiri dari berbagai macam variabel seperti pekerjaa, penghasilan, pendidikan (Kotler 2005).

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan  :  Jadi, dapat disimpulkan diatas  adalah Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir,merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen,kelompok konsumen, dan masyarakat luas selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain.

Daftar pustaka :
https://who21.wordpress.com/2014/11/16/proses-pengambilan-keputusan-oleh-konsumen/